Entri Populer

Monday, July 1, 2013

MEMBUAT BATAKO SENDIRI



Membuat batako sendiri, ternyata gampang-gampang susah. Ini sudah saya praktekan sendiri. Tentunya hanya sekedar mencoba, dengan hasil untuk di gunakan sendiri, bukan untuk pemasaran. Hal yang mengasyikan buat saya, apabila bisa mengerjakan sesuatu, walaupun bukan bidangnya. Walaupun akan banyak kesalahan, tapi tentunya hal ini akan menjadikan perasaan lebih puas dan bangga. Dan pengalaman berharga bagi kehidupan saya pribadi.

Langsung saja, mari kita awali dengan menyiapkan bahan-bahan dan peralatan kerja. Bahan-bahan membuat batako adalah pasir dan semen saja serta air secukupnya, dengan perbandingan 1 : 7, namun saya menggunakan perbandingan 1 : 9, dengan hasil yang belum di ketahui kekuatannya. Di beberapa tempat pembuatan batako, bahan-bahannya di tambahi dengan kapur bangunan, dengan perbandingan 1 : 2 : 10. Bahkan ada yang lebih, hal ini menurut selera si pembuat/si pemakai. Tentunya apabila mengunakan perbandingan yg semakin kecil. Akan memakan biaya yang tidak ekonomis, dan perbandingan yang terlalu besar juga akan mengurangi kekuatan dan kwalitas batako itu sendiri. Jadi semuanya tergantung dari kita, mau seberapa bagus kwalitas batakonya, tentunya dengan membuat sendiri. Karena kalau memesan, kita tidak bisa menjamin kebenaran perbandingan bahan-bahannya.

Pasir.

Semen.


Air.

Alat-alatnya adalah, cetakan batako, ini saya buat dari kayu, mengingat hanya sementara saja, karena tidak untuk produksi masal. Ukurannya adalah L = 12 cm, T= 20 cm, dan P = 39 cm, pada umumnya Lebar batako pasaran adalah 10 cm, namun saya membuatnya 12 cm. Ini adalah kemauan saya sendiri. Namun untuk panjang dan tingginya adalah mengikuti ukuran batako umum.

Cetakan batako a


Cetakan batako b.
alat-alat lainnya
Kemudian alat selanjutnya adalah, tempat adukan, cangkul, cetok/cungkir, ember, palu besar atau kayu yang fungsinya nanti untuk memadatkan adukan. Sepasang baut berukuran 20cm beserta kunci pas ukuran 19 / 20, untuk memasang dan mencopot cetakan batako.

Proses pembuatannya adalah, campur semen dan pasir dengan perbandingan  seperti di atas/menurut selera, basahi dengan air, INGAT..!! tidak terlalu basah dan tidak juga kering. Hanya sekedar basah saja, tidak seperti adukan untuk pemasangan bata. Sebagai standar adalah, apabila adukan diremas menggumpal  dan tidak pecah, dan tidak tertinggal di tangan.

Adukan batako

Lihat pada foto di atas, adukan tidak basah dan tidak kering. Bahasa jawanya, JEMMEK, atau lembab saja.

Apabila adukan terlalu kering/kurang basah, maka akan mudah gompal atau tidak rata permukaan batako nanti. Namun appabila terlalu basah, akan sulit di padatkan, karena adukan akan seperti  cor-coran. Dan tentunya itu menjadi lain namanya bila tetap di cetak, cetakan adukan. Maka perlu ketelitian pada saat pemberian air, ukuran air tidak bisa di standarkan karena kondisi kelembaban pasir yang berbeda-beda. Pasir yang baru dari sungai tidak perlu lagi di beri air. Bahkan itulah ukuran kelembaban yang  bagus, karena sudah merata.

Siapkan/rangkailah cetakan batako yang tersedia. Pastikan baut sudah di pasang kencang tapi tidak terlalu kencang. Buat cetakan sesederhana mungkin,karena cetakan yang rumit memerlukan ketelitian tersendiri nantinya.


Belum di rangkai

Cetakan sudah di rangkai

Masukkan adukan ke cetakan, kemudian di padatkan dengan di sosrok dengan kayu/cetok, lebih bagus lagi dengan palu ukuran 5kg, di pukul merata. Kemudian di isi lagi hingga penuh dan padat.

Isian adukan setengah

Adukan penuh dan padat.
Setelah adukan di pastikan padat maka kemudian di tuangkan pada tempat yang rata, dan tidak ambles bila  batako di letakan, karena batako beratnya lebih dari 5 kg. Lepaskan baut, lepaskan cetakan dengan hati-hati, karena dalam proses ini bila batako tersenggol sedikit saja akan gompal bahkan hancur.

Di letakan di tepat yang rata



Di buka dengan hati-hati





Batako jadi masih basah.






Demikianlah cara membuat batako menurut pengalaman pribadi saya sendirl. Dan tentunya jauh berbeda dengan proses pembuatan di tempat pembuatan batako yang memang untuk di pasarkan. Mereka menggunakan alat-alat yang lebih baik, bahkan menggunakan mesin press batako.

Namun apabila pembaca yang budiman ingin berkreasi sendiri,maka mulailah dari yang sederhana dulu, baru setelah paham betul, bisa memperbaiki yang  sederhana itu. Pasti hasilnya akan lebih memuaskan. Selamat mencoba.


Baca juga : CATATAN UNTUK MEMBUAT BATAKO SENDIRI

8 comments:

  1. sungguh menginspirasi pak hasil uji coba anda.good luck

    ReplyDelete
    Replies
    1. terima kasih pak atas kunjungannya, good luck juga buat bapak..

      Delete
  2. pak saya pingin nanya ni gimana cara buat batako agar bisa kuat pak

    ReplyDelete
    Replies
    1. terima kasih atas kunjungannya...
      hal-hal yang berpengaruh pada kekuatan batako adalah :
      - komposisi semen
      - kualitas pasir
      - kerapatan/kepadatan matrial, semakin padat maka akan di dapat batako yang keras dan kuat.
      - penanganan pasca cetak.

      penanganan pasca cetak yaitu setelah di cetak, batako masih dalam keadaan lembab, sebaiknya di keringkan tanpa panas matahari, dan setelah kering dan keras sekitar 3 hari, baru di panaskan langsung dengan matahari, di sertai dengan pembasahan pada batako, bila perlu di rendam, sehingga proses dehidrasi semen berjalan lambat. dan akan di dapatkan kekerasan semen yang baik.

      penulis telah mempraktekan berbagai macam pengeringan, dan untuk sementara yang penulis ketahui seperti itu. dan semua akan lebih jelas bila di praktekan...

      selamat mencoba...

      Delete
  3. permisi pak, kalo saya mau pesen cetakan batakonya dimana yah..

    ReplyDelete
    Replies
    1. monggo mba nana...
      kalo jual jadi, biasanya di toko besi dan bangunan, yg letak kotanya deket dengan produsen batako.
      kalo di daerah penulis banyak di daerah tegal..

      tapi bisa juga pesen di tukang las.. malah mungkin lebih murah..

      kalo beli jadi di tegal, harganya kisaran Rp 400.000 - Rp. 600.000 ...

      kalo pesen di tukang las, beri aja desainnya , bisa ambil di mbah gogel, karena biasanya tukang las gak mau ribet ngerancang..

      matur nuwun atas kunjungannya..

      Delete